Halaman Arsip 2

02
Mar
08

Resetting Ubuntu Password

Pernahkah kita lupa password kita di ubuntu ? lalu apa yang akan kita lakukan bila kita lupa password kita di Ubuntu, apakah kita akan Install ulang mesin kita ?? sayang rasanya bila Ubuntu di mesin kita yang telah kita customize sedemikian rupa agar cantik di depan mata harus di Install ulang dan kembali ke kondisi standart hanya karena kita lupa password. Untuk teman-teman yang pernah mengalami hal serupa yaitu lupa password, jangan buru-buru untuk menginstall ulang mesin yang kita miliki karena mungkin kita masih bisa untuk mengakalinya.

Booting Ubuntu kita, dan pada saat masuk ke GRUB tekanlah tombol ESC utuk menampilkan detail menu. Pilih dan sorot kernel ubuntu kita dan tekan tombol E untuk mengeditnya. Pada bagian akhir kernel ketikkan perintah “init=/bin/bash” atau “init=path/to/shell” (ganti kata path/to/shell dengan lokasi dimana shell anda berada) untuk dapat langsung masuk ke shell tanpa ada perintah untuk memasukkan password (karena Ubuntu dan Debian Family biasanya akan tetap menanyakan password walaupun kita telah masuk ke mode single user).Setelah setelah itu tekan tombol ‘B’ untuk booting kernel dengan opsi yang telah kita tentukan yaitu “init=/bin/bash”

Setelah berada di Shell,bukan berarti kita langsung dapat mengganti password kita yang lupa, karena pada dasarnya mengganti password adalah merubah file /etc/shadow. Dan pada saat kita boot kernel, kita termount ke sistem dengan mode (ro) Read Only. Jadi sebelum kita dapat mengganti password kita, kita perlu untuk me-remount system kita (khususnya / ) dengan opsi rw agar dapat di baca (read) dan tulis (write) /etc/shadow

caranya, dari shell kita ketikkan :

#mount / -o remount, rw

#mount /usr -o remount, rw

setelah itu ketikkan : #passwd

New UNIX password:******* (masukkan password yang baru)
Retype new UNIX password: ******* 
passwd: password updated successfully

dan akhiri dengan mengetikkan perintah:

#mount / -o remount, ro

#mount /usr -o remount, ro

#sync

(catatan: sync digunakan untuk mem-flush buffer dari filesystem sebelum direboot) Setelah itu reboot system anda dengan perintah : #reboot

Insya Allah, setelah system reboot, anda akan langsung dapat login ke Ubuntu anda dengan menggunakan password yang baru.

SALAM SATU JIWA, LINUX FOR HUMAN BEING
Pinguiners Unofficial Logo

Semua file dan tulisan yang terdapat di blog ini BEBAS UNTUK DI DOWNLOAD oleh siapa saja dan di gunakan oleh siapapun. Isi dan Material dalam blog ini boleh di cantumkan atau di kutip tanpa harus meminta ijin dari penulis.

01
Mar
08

CrossOver Sebagai Sebuah Alternatif

Bagi sebagian besar pengguna baru “Pinguiners” linux akan merasa canggung saat pertama kali berhadapan dengan layar desktop Linux, antara kagum (karena efek desktop nya lebih cantik dari windows, bahkan windows vista sekalipun), bingung apa yang harus di kerjakan.

“Di linux, program apa yang bisa aku gunakan untuk menggantikan program “A” di windows ?”, “aku udah terbiasa menggunakan program “B” di Windows, lalu bagaimana agar program “B” ini bisa berjalan di Linux, sementara aku belajar dan mencari tahu program pengganti yang sesuai dan setara di Linux ?”.

Hal tersebut juga muncul di benak penulis, saat pertama kali fully Migrate ke Linux. akhirnya gooling kanan, gooling kiri, ampe beberapa hari, bandingkan antara program ini dari referensi si “X” dan Program ini dari referensi si “Y” akhirnya, penulis memutuskan untuk menginstall CrossOver di mesin UBUNTU 7.10 Gutsy Gibbon.

CrossOver ??, yup.. CrossOver adalah sebuah program yang memungkinkan pengguna Linux untuk mengeksekusi program windows. Apa bedanya dengan wine ??? kalo boleh penulis berpendapat sendiri? Pada dasarnya CrossOver dan WINE adalah sama? kenapa ? karena CrossOver sendiri di kembangkan dengan menggunakan WINE sebagai Platform nya. jadi jangan kaget kalo nanti teman-teman ada yang mencoba dan mencicipi Crossover menemukan WINE di dalamnya.

Penulis lebih prefer dan comfort menggunakan CrossOver dari pada WINE kenapa ?? karena CrossOver sudah lebih user friendly, dimana kita bisa menentukan sendiri platform windows apa yang mau kita pakai ? apakah akan mengemulasikan windows98, windowsXP atau windows2000. Untuk saat ini, saat penulis install ke dalam mesin penulis, crossover belum support untuk Windows VISTA, mudah mudahan dalam waktu dekat crossover akan sudah mendukung VISTA.

Bagi teman-teman yang ingin mencoba dan mencicipi CrossOver, bisa mendownload softwarenya dari link di bagian bawah tulisan ini. sebagai referensi penulis share screenshot dari layar computer penulis.

Setelah selesai install, maka menu crossOver akan muncul pada menu Application (Gambar.1), selanjutnya pilihlah Configurasi (Gambar.1) untuk masuk ke area konfigurasi CrossOver.

Bila ini adalah pertama kali anda menjalankan Crossover, pada area konfigurasi pindahlah ke tab “Manage Bottle” dan klik “Create New Bottle” (Gambar.2). Bottle di sini adalah suatu wadah, dimana software yang akan anda install di dalamnya akan diperlakukan dan di proses berdasarkan paramenter platform yang anda tentukan, apakah Windows98, WindowsXP, atau Windows2000

jadi jika anda pilih platform(template) windows 98, maka semua program anda yang anda install akan di install dengan menggunakan driver dan parameter-parameter windows98. begitu pula untuk windowsXP dan Windows2000. Ketikkan nama bottle anda, terserah akan anda namai apa bottle anda, dan kemudian pilih dari menu yang tersedia untuk platform atau template bottle anda (Gambar.2) setelah itu akhiri dengan “OK” dan CrossOver akan menyiapkan lingkungan yang sesuai dengan apa yang anda pilih (Gambar.3), dan CrossOver anda siap untuk di gunakan.

Untuk menginstall program, dari menu CrossOver -> Configuration -> pilih bottle anda -> Install Software. Tetapi bila anda hanya memiliki satu bottle anda bisa langsung memilih menu CrossOver ->Install Windows Software. Pada gambar 4 dan gambar 5 anda bisa lihat bahwa FlashGet1.9.6 dan WinAmp 5.5 berjalan mulus di CrossOver.Sebagai catatan, Microsoft Word 2003, Microfost Excel 2003 bisa berjalan dengan baik di komputer penulis, sedangkan untuk microsoft access belum di suppport oleh Crossover kecuali untuk Microsoft Access 2000. sedangkan untuk Photoshop, Crossover bisa menangani dengan baik PhotoShop 7.

untuk lebih jelasnya anda bisa lihat di dalam menu crossover, program-program apa yang telah di support. sedangkan untuk program yang belum di support oleh crossover, anda bisa menggunakan opsi install Unsupported Software saat akan menginstall. sebagai contoh, kalo di lihat di daftar yang di release oleh crossover, WinAmp5.5 dan Flashget1.9.6 belum di support tetapi dengan pilihan Unsupported Software, penulis sukses menginstall dan merunning WinAmp 5.5 dan Flashget 1.9.6 dengan baik di CrossOver.

Kesimpulanya, bagi penulis, tidak ada keraguan untuk migrasi dari Close Source ke Open Source, sedangkan kendala untuk software yang biasa dipakai di lingkungan windows bisa di akali dengan menggunakan Crossover. atau bahkan dengan menggunakan VirtualBox yang ulasannya telah penulis sampaikan di bagian lain blog ini. Untuk teman-teman sesama “Pinguiners” yang ingin mencoba untuk mencicipi crossover, silahkan download dari link di bawah ini.

Download CrossOver Pro 6.0 (Trial Version)

SALAM SATU JIWA, LINUX FOR HUMAN BEING, BILL GATES ?? BACK OFF !!!!
Pinguiners Unofficial Logo

Semua file yang terdapat di blog ini BEBAS UNTUK DI DOWNLOAD oleh siapa saja dan di gunakan oleh siapapun. Isi dan Material dalam blog ini boleh dan legal untuk di cantumkan atau di kutip tanpa harus meminta ijin dari penulis.

Penulis mendapat masukan kritik yang berguna sekali, Great Thanks for Dani_Lee from Kaskus. semoga kritik yang membangun ini akan dapat memperbaiki kwalitas blog ini di masa yang akan datang.

28
Feb
08

VirtualBox in Ubuntu 7.10

Apa itu Virtualbox ? virtualbox adalah suatu program yang dibuat oleh innotex (http://www.innotek.de) yang bekerja untuk mem-virtual-kan suatu kondisi tertentu (dalam hal ini adalah sistem operasi) di dalam suatu sistem operasi yang telah ada. Sebenarnya selain VirtualBox masih ada program lain yang berfungsi sama, sebut saja VMWare, Parralel, Qemu,dll. Tetapi untuk kali ini penulis hanya akan membahas tentang VirtualBox.

Di UBUNTU untuk menginstall VirtualBox bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas Add/Remove Application atau dengan menggunakan fasilitas Synaptic Package Manager. Atau bisa juga dengan men-download programnya pada link yang terdapat di bagian bawah tulisan ini. Sebagai gambaran bagaimana wujud dan bentuk dari program VirtualBox ini disaat bekerja, penulis tampilkan screenshoot dari layar komputer penulis : (catatan:klik pada gambar untuk memperbesar)

Sebagaimana gambar diatas, Windows XP SP 2 berjalan mulus pada Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon sebagai Host. Windows XP yang berjalan pada Ubuntu dapat mengakses semua Peripherial yang ada pada laptop penulis (USB Port, LAN, CD-Rom) dengan sempurna. Dengan kata lain, kita seperti bekerja dengan 2 komputer.

Bagi teman-teman yang mungkin saat ini (setelah melihat screenshoot diatas) ingin mencicipi yang namanya VirtualBox, silahkan install melalui :

  • Add / Remove Applications (terdapat pada section Other)
  • Synaptic Package Manager (gunakan “virtualbox”pada kolom search. ingat, tanpa tanda petik)
  • Download dari link yang tersedia di bagian bawah tulisan ini

Dan setelah installasi selesai, silahkan klik 2x pada icon Innotex VirtualBox. dan untuk memudahkan teman-teman saat pertama kali menggunakan VirtualBox, penulis sajikan (share) screenshoot dari layar penulis, (catatan: klik pada gambar untuk memperbesar)

Gb.1 Virtual Box SetupGb.2 Describe your New Machine

Define the MemoryCreating Virtual Space in your Harddisk

  1. Pada gambar diatas, Gambar pertama kita bisa lihat bahwa pertama kali kita jalankan VirtualBox, kita akan langsung di pandu untuk mensetting VirtualBox. (bagaimana ??? cukup user friendly kan ternyata linux itu ? )
  2. setelah kita mengklik “Next” maka kita akan langsung masuk ke tahap pemberian “nama machine” dan tipe OS dari mesin kita nanti. untuk nama, anda bisa bebas menentukan akan anda namakan dengan apa virtual machine anda nanti. dan untuk type OS, harap di samakan dengan OS yang akan anda Install ke-dalam VirtualBox nanti. Bila anda ingin menginstall Windows XP, maka pilihlah Windows XP pada pilihan System Operasi.
  3. klik-lah “Next” setelah anda selesai memberi nama dan menentukan tipe OS anda, maka anda akan masuk ke area dimana anda harus menentukan seberapa besar memory yang akan anda alokasikan untuk Virtual Machine anda. mohon di perhatikan, memory di sini sangat berpengaruh terhadap kinerja komputer. baik komputer Host maupun Guest. alokasi memory yang terlalu kecil akan membuat Virtual Machine anda keteteran dalam menjalankan tugasnya, demikian pula sebaliknya, alokasi memory yang terlalu besar akan membuat komputer Host yang kedodoran. Idealnya, alokasikanlah memory untuk Virtual Machine dengan rentang 256mb – 512mb. setelah itu klik “Next” untuk masuk ke tahap selanjutnya.
  4. pada tahapan ini anda harus menentukan seberapa besar kapasitas Hardisk yang akan anda gunakan untuk Virtual Machine anda nanti, apabila sebelumnya anda belum mendefinisikannya, ditandai dengan tulisan <no hardisk>, buatlah dengan menekan tombol “New”. Anda akan di bawa ke tahap seperti pada gambar di bawah ini :
  5. Gb.1. setting Hardisk Virtual MachineGb.2 setting Hardisk Virtual Machine
    Gb.3 Setting Hardisk Virtual Machine

    • pada gambar 1 diatas adalah informasi bahwa anda memasuki fasilitas hardisk wizard. tekan “Next” untuk melanjutkan.
    • anda akan memasuki tahap seperti gambar.2 diatas, dimana anda di hadapkan pada pilihan, Dynamic expanding image, atau Fixed-size image. Bila anda memilih pilihan pertama, maka Virtual box akan mengalokasikan hardisk sesuai yang kita tentukan nanti pada tahap selanjutnya, sesuai dengan perkembangan. Dalam artian, image dari Hardisk nanti di awali dengan ukuran sekecil mungkin dan akan berkembang seiring seberapa banyak program yang anda install di dalam Virtual Machine anda nanti, tetapi tidak akan lebih besar dari yang telah anda tentukan. Tetapi bila anda memilih pilihan yang ke 2 yaitu Fixed-size image, maka VirtualBox akan mengalokasikan seluruh alokasi hardisk yang telah anda tentukan untuk digunakan sebagai image dari virtual machine. perbedaan ini berpengaruh kepada kecepatan akses, Fixed-size akan lebih cepat dalam performance, tetapi kerugiannya adalah hardisk kita udah di plot sebesar yang kita tentukan. penulis cenderung untuk merekomendasikan opsi yang ke 2. Setelah itu klik “Next” untuk ke tahap berikutnya.
    • pada gambar 3, kita diminta untuk menentukan seberapa besar kapasitas hardisk kita yang akan digunakan untuk virtual machine nanti, dan angka yang di recomended-kan adalah tidak lebih kecil dari 10Giga atau dengan kata lain untuk bekerja dengan baik, virtual machine memerlukan kapasitas hardisk minimal sebesar 10 Giga.

    Gb.5 setting up VirtualBox

    Setelah anda menentukan besarnya kapasitas hardisk dilanjutkan dengan menekan tombol “Next” maka selanjutnya anda sampai di akhir setting VirtualBox ditandai dengan adanya Summary dari VirtualBox tentang apa yang telah anda Setting. Dan bila anda telah yakin silahkan tekan tombol Finish untuk mengakhirinya. Sampai dengan tahap ini anda telah selesai mensetting VirtualBox dan siap untuk anda gunakan.

    Pada saat pertama kali anda tekan tombol power pada VirtualBox mungkin anda akan menemui pesan error “permission denied bla bla bla… ” yang intinya kita harus memastikan bahwa user harus memiliki hak untuk memakai Virtual Box. Gak usah bingung, solusinya adalah : System ->Administration -> User and Group, trus klik pada bagian Manage Group dan scroll kebawah cari vboxusers, klik property dan centang siapa saja user yang berhak memakai Virtual Box, setelah itu restart dan VirtualBox anda siap untuk di gunakan.

    Contoh gambar untuk setting user Virtualbox

    Gb.1 Fixing Error VirtualBox

    Gb.1 Fixing Error VirtualBox

    Anda perlu trik khusus untuk dapat mengakses USB di Virtual Box, caranya :
    kalau saat anda mencoba untuk mengakses USB muncul pesan Error: Could not load the Host USB Proxy Service (VERR_FILE_NOT_FOUND). The service might be not installed on the host computer. Editlah file /etc/init.d/mountdevsubfs.sh dengan perintah sudo gedit /etc/init.d/mountdevsubfs.sh (jangan lupa untuk menggunakan perintah sudo dan hilangkan tanda pagar (#) pada bagian

    #
          # Magic to make /proc/bus/usb work
          #
          #mkdir -p /dev/bus/usb/.usbfs
          #domount usbfs “” /dev/bus/usb/.usbfs -obusmode=0700,devmode=0600,listmode=0644
          #ln -s .usbfs/devices /dev/bus/usb/devices
          #mount –rbind /dev/bus/usb /proc/bus/usb

    Kemudian Save & Exit. Selanjutnya editlah file /etc/udev/rules.d/40-permissions.rules dengan perintah

    sudo gedit /etc/udev/rules.d/40-permissions.rules
    cari bagian :

          # USB devices (usbfs replacement)
          SUBSYSTEM==”usb_device”, MODE=”0664″

    dan ganti menjadi :

          # USB devices (usbfs replacement)
          SUBSYSTEM==”usb_device”, GROUP=”vboxusers”, MODE=”0664″

    Restart komputer dan VirtualBox siap untuk digunakan.

    Download Innotek VirtualBox

    SALAM SATU JIWA, LINUX FOR HUMAN BEING, BILL GATES ?? BACK OFF !!!!Pinguiners Unofficial Logo

    Semua file yang terdapat di blog ini BEBAS UNTUK DI DOWNLOAD oleh siapa saja dan di gunakan oleh siapapun. Isi dan Material dalam blog ini boleh dan legal untuk di cantumkan atau di kutip tanpa harus meminta ijin dari penulis.

    25
    Feb
    08

    Setting Up Printer Cannon Pixma IP1880 di Ubuntu 7.10

    Rekan-rekan mungkin memiliki printer Canon Pixma IP1880 dan saat ini mungkin sedang bingung bagaimana agar Ubuntu bisa mengenali printer tersebut, atau apakah UBUNTU belum mensupport printer ini ?? sebenarnya Ubuntu telah mengenali dengan baik printer Canon IP1880 dan insya allah printer ini bisa jalan dengan baik di sistem UBUNTU kita. Lalu pertanyaannya adalah “bagaimana caranya agar IP1880 kita bisa jalan di ubuntu ?”.

    Sebenarnya teman-teman bisa berkunjung ke website resmi canon untuk mendapatkan driver canon for linux-nya, tetapi bila teman-teman enggan untuk berkunjung dikarenakan mungkin waktu yang terbatas, Teman-teman bisa mendownload dan menginstall driver untuk canon pada link yang tersedia di bawah ini.

    Download Driver Canon IP1880

    download driver for Canon IP1880 here, dan install di Ubuntu teman-teman dengan mengklik 2x (catatan: mohon untuk mempersiapkan koneksi internet pada saat menginstall karena Ubuntu perlu mendownload beberapa file kecil sebagai pelengkapnya)

    contoh gambar installasi driver canon ip1880
    proses installasi driver printer canon ip1880 gb.1
    proses installasi driver canon ip1880 gb.2

    setelah installasi selesai, koneksikan printer dan tekan tombol power pada printer.buka System -> Administation -> Printing
    dan lihat bahwa di sana telah terdapat printer canon kita, tapi kenapa kok yang terbaca ip1800 ?? tenang aja, driver IP1800 dan IP1880 adalah identicall dengan kata lain pihak canon belum mengeluarkan driver untuk IP1880 atau mungkin IP1880 adalah IP1800 yang ganti baju.(he he he.. kayak mobil atau motor aja yach.. mesin sama cuma ganti body doank .. tinggi lagi dech harganya) (no offence)

    Printer Canon IP1880 atau IP1800 langsung di kenali oleh Ubuntu
    gambar no.3
    gambar no.4
    gambar no.5
    gambar no.6
    gambar no.7

    Akhirnya selesai sudah, printer canon IP1880 penulis bisa mulus beroperasi untuk menjalankan tugasnya mencetak data yang ingin penulis print out.

    SALAM SATU JIWA, LINUX FOR HUMAN BEING, BILL GATES ?? BACK OFF !!!!Pinguiners Unofficial Logo

    Semua file yang terdapat di blog ini BEBAS UNTUK DI DOWNLOAD oleh siapa saja dan di gunakan oleh siapapun. Isi dan Material dalam blog ini boleh dan legal untuk di cantumkan atau di kutip tanpa harus meminta ijin dari penulis.

    25
    Feb
    08

    My Beloved Ubuntu 7.10

    Terus terang, seperti apa yang telah aku tulis di salah satu forum, lebih tepatnya aku mereply bahwa “Ubuntu membawa efek samping NEGATIF, adalah benar adanya. Maksud aku disini Kata negatif jangan di artikan secara harafiah. Setelah aku berhasil menginstall Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon dan sedikit memberi makeup aku seperti mendapat cinta keduaku. dan memang benar seperti apa yang telah aku bilang, bahwa “Istriku sekarang sering cemberut” karena sekarang lebih sering kuhabiskan malam dengan “bermesraan” dengan Ubuntu-ku.

    Benar pula apa yang di katakan oleh salah satu Teman aku yang sekarang sedang mencari nafkah (atau mungkin telah menetap ) di batam, bahwa tampilan yang menarik merupakan salah satu strategi promosi yang ampuh. buktinya, beberapa waktu yang lalu sewaktu Bill Gates memperkenalkan Vist*, saya (atau kita) yang notabene pemakai setia Wind*s saat itu terkagum-kagum dengan baju yang di pakai oleh si Vis*. Walaupun pada akhirnya, saya dan mungkin kebanyakan teman-teman yang pernah mencoba “bermain mata” dengan si Vist* kecewa dengan :

    • performanya (bayangkan saja, Vist* mematok angka 512mb sebagai kebutuhan memory “minimal” untuk dapat di install dengan efeknya). terus dengan memory minimal segitu, bagaimana kita bisa menjalankan program-program yang lain?????
    • tingginya spek komputer yang di syaratkan agar si Vist* agar mau berjalan dengan mulus di komputer kita. Nah lo .. manja banget kan ???
    • banyak software dan hardware yang tidak kompatible dengan Vist*. hemmm… trus apa gunanya kita install vist* di komputer kita dengan desktop yang indah tetapi tidak dapat di pakai bekerja ???
    • mahalnya harga installer Vist*. ini yang utama, apalagi di tengah gencarnya kampanye undang-undang perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual, yang secara otomatis di tanggapi oleh “Preman resmi berseragam coklat” sebagai kode untuk menambah pundi-pundinya dengan alasan razia program bajakan (no offense). silahkan liat di kantor mereka, berapa persen yang legal dan berapa persen yang illegal WindS*ck nya.

    berkaitan dengan masalah promosi diatas, di bawah ini penulis sajikan screenshot dari desktop yang penulis miliki (istilah extrem nya adalah “PAMER”) dengan harapan bisa menjadi media promosi untuk Ubuntu.

    desktop Ubuntu 7.10 ku di Laptop Acer 3260
    My Desktop

    efek cube dengan compiz dan emerald sebagai windows decorator
    Cube Effect

    efek scale dengan compiz dan emerald sebagai windwos decorator
    Scale Effect

    Terus terang, penulis tidakmengeluarkan biaya apapun (kecuali untuk koneksi internet pada saat posting blog ini dan mencari bahan untuk blog ini). dan untuk mendapatkan efek desktop seperti diatas tidak membutuhkan persyaratan semanja OS nya Billing Gates. Cukup dengan memory 256 teman-teman udah dapat efek desktop yang bagi saya (jauh lebih cantik dari Vist*). juga dengan memory segitu teman-teman udah dapat menggunakan komputer teman-teman untuk beraktifitas dan bekerja.

    Nah, ayoo… ada yang tertarik dengan promosi diatas ??? for your info, efek desktop diatas penulis tanamkan di laptop penulis dengan compiz sebagai engine efek , emerald sebagai engine window decoratornya, trus untuk widget penulis gunakan screenlets sebagai tools efek nya.untuk compiz, emerald, dan screenlets, rekan-rekan bisa dengan mudah menginstalnya lewat Synaptic Package Manager, dan untuk dekstop theme, dan screenlets nya rekan-rekan bisa mendownload melalui link berikut.

    Download link (note:all link above are free from viruses and trojan, also already tested and running well on Ubuntu 7.10)

    Note: karena blog ini adalah non profit oriented, sehingga belum mampu untuk menyewa space khusus untuk menyimpan koleksi file nya, juga di karenakan server lokal (gilaupload, gudanupload) membatasi umur file yang di simpannya, mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk teman-teman, sementara ini semua link penulis di tempatkan di easy share, mohon untuk di maklumi

    SALAM SATU JIWA, LINUX FOR HUMAN BEING, BILL GATES ?? BACK OFF !!!!Pinguiners Unofficial Logo

    Semua file yang terdapat di blog ini BEBAS UNTUK DI DOWNLOAD oleh siapa saja dan di gunakan oleh siapapun. Isi dan Material dalam blog ini boleh dan legal untuk di cantumkan atau di kutip tanpa harus meminta ijin dari penulis.